>Dialog Islam-Kristen 2 : Muhammad Pengganti Alamiah Kristus [part 3]

•24 Oktober 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

>

Muhammad adalah “PARACLETE”

Untuk pencari kebenaran yang tulus jelaslah bahwa Muhammad adalah Paraclete atau penghibur yang dijanjikan, juga disebut penolong, penyokong, penasehat dan lain-lain dalam ramalan-ramalan tentang Yesus yang terdapat dalam Injil Yohanes. Terdapat jutaan umat Kristen pria dan wanita seperti wanita yang baik pada bandara Cairo yang menyatakan sangat membutuhkan pesan terus terang yang sederhana ini. Kita hanya dapat menangis dengan Yesus untuk ucapan kita yang tidak pantas.

“Hasi1 panen sebetulnya melimpah, tetapi pekerja sedikit.” (Injil-Matius 9:37).

Bahasa Yesus
Dalam Kitab Suci Al-Qur’an Allah Yang Maha Kuasa
menempatkan nama “Ahmad” yang merupakan nama lain dari Muhammad dalam mulut Yesus. Para pendebat Kristen, pembangkang Injil dan pengabar kebenaran secara sembrono mengejek gagasan tersebut. Misionaris Kristen tidak menyangkal bahwa Yesus memang membuat sebuah ramalan tentang seseorang yang akan datang sesudahnya, tetapi “Ahmad” baginya kelihatan tidak masuk akal.

Nama yang paling umum diterima oleh umat Kristen adalah “Penghibur”. Tidaklah menjadi masalah penghibur atau istilah yang lain. Kami tetap menggunakan penghibur seperti digunakan dalam terjemahan populer “King James Version”.

Tanyakan musuhmu, pembantahmu, apakah Yesus berbicara dalam bahasa Inggris? “Pasti tidak!” itu yang dikatakan setiap umat Kristen. Jika Anda membicarakannya dengan orang Kristen Arab maka Anda dapat menanyakan, “Apakah Tuhannya menggunakan kata-kata Mooouzzi?” Tentu saja tidak, karena Arab bukan bahasanya. Apakah Yesus meramalkan “Umthokozisi?” (Penghibur dalam bahasa Zulu) atau “Trooster” dari Injil Afrika? Jawabannya tentu tidak.

Umat Kristen telah membual dengan cerdik bahwa mereka sekarang telah menterjemahkan Injil secara lengkap ke dalam ratusan bahasa yang berbeda dan lebih dari 2000 Perjanjian Baru (di dalamnya ramalan tersebut berlimpah-limpah) dengan bahasa dan dialek yang berbeda-beda, jadi orang-orang pintar Kristen telah menemukan lebih dari 2000 nama dalam 2000 bahasa yang berbeda untuk satu orang calon – Penghibur!

Pneuma: Hantu Atau Roh
Pemuka gereja telah membuat kesalahan dengan menterjemahkan nama orang, di mana mereka tidak berhak melakukan hal tersebut. Contohnya Esau menjadi Yesus, Messiah menjadi Kristus, Cephas menjadi Peter dan lain-lain.

Yang paling dekat dengan pengucapan Yesus yang asli dalam naskah Kristen adalah kata-kata Yunani “Paracletos” , yang juga harus ditolak karena Tuhan tidak berbahasa Yunani. Tetapi marilah jangan mempersulit tujuan diskusi ini dan menerima Paracletos dalam bahasa Yunani dan persamaannya dengan Comforter dalam bahasa Inggris.

Tanyakan setiap orang Kristen yang pandai siapakah yang dimaksud Sang Penghibur itu? Anda akan mendengar -“Penghibur tersebut adalah Roh Kudus” dari Yohanes 14: 26. Kalimat ini hanya bagian dari ayat 26. Kita akan berurusan dangan seluruh ayat pada saatnya nanti. Tetapi mula-mula kita harus mendidik pola pikir umat Kristen berkenaan dengan kesalahan nama ini “Holy Ghost”. Pneuma adalah akar kata Yunani untuk ‘spirit’. Tidak ada pemisahan kata untuk ‘Ghost’ dalam naskah-naskah Yunani dalam perjanjian baru, dan umat Kristen saat ini membual tentang 24.000 naskah berbeda yang mereka miliki di mana tidak ada dua pun yang identik.

Para editor KJV (The King James Version) atau disebut AV (The Authorised Version) dan DOUAY (versi Katholik Roma) memilih kata ‘Ghost’ dari pada kata ‘Spirit’ ketika menterjemahkan pneuma’.

Para perevisi RSV (Revised Standard Version), versi Injil terbaru, sedang kembali, menurut mereka, kepada naskah-naskah paling kuno. Mereka dilukiskan sebagai “32 pelajar dari pemuka tertinggi, kembali dengan 50 umat yang bekerja sama” yang dengan berani mengganti kata ‘Ghost’ yang teduh dengan kata ‘Spirit’. Sejak saat ini Anda akan membaca dalam terjemahan modern “Comforter adalah Holy Spirit”. Bagaimanapun juga para penyeru dan penginjil Kristen dengan keras kepala berpegang teguh kepada ‘Ghost’. Mereka tidak akan memilih versi yang lebih baru. Adalah lebih baik memancing dengan umpan lama -KJV dan RCV (Roman Catholic Version).

Dengan perubahan baru dalam kata ‘Spirit’, ayat dalam penelitian tersebut akan dibaca:

“Tetapi Sang Penghibur, yaitu ‘Roh Kudus’, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, dialah yang akan mengajarkan segala hal kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu” (Injil – Yoha-nes 14:26).

Anda tidak perlu menjadi pelajar Injil dari siapapun yang mampu untuk mengetahui bahwa ekspresi ‘yaitu Roh Kudus’ sebenarnya adalah penambahan. Hal tersebut seharusnya dalam tanda kurung, dalam tanda kurung besar, seperti kata-kata saya yang telah ditambahkan dalam kutipan, yaitu “(Penekanan ditambah)”. Meskipun para editor RSV telah menghilangkan lusinan penambahan dari versi standar yang mereka banggakan, mereka telah mempertahankan rangkaian kata yang mengejutkan ini, yang berlawanan dengan ramalan Yesus yang jelas pada masalah Penghibur itu sendiri.

‘Holy Spirit’ Adalah Nabi Suci
1. Perlu diperhatikan bahwa tidak ada sarjana Injil yang ada pernah menyamakan “Paracletos” dari Yohanes dalam bahasa Yunani asli dengan “Holy Ghost”. Sekarang kita dapat berkata dengan mudah bahwa jika The Comforter (Sang Penghibur) adalah “Holy Spirit” maka Roh Suci itu adalah Sang Nabi suci!

Sebagai Muslim kita mengetahui bahwa setiap nabi yang benar dari Allah adalah suci dan tanpa dosa. Tetapi kapan pun ekspresi ‘Nabi Suci’ tersebut digunakan di antara umat Islam umumnya mengacu kepada Nabi Suci Muhammad. -Jadi bahkan jika kita menerima pernyataan yang tidak pantas di atas- ‘Comforter’ adalah ‘Holy Spirit’ sebagai kebenaran Al-Kitab, bahkan kemudian ramalan ini akan cocok sekali dengan Muhammad, tanpa perlu meluaskan artinya.

Seperti juga Yohanes, yang namanya dianggap telah sah dibuat dalam Injil, juga menulis 3 surat lagi, yang juga bagian dari Injil Kristen. Secara mengagumkan Ia telah menggunakan istilah yang sama ‘Holy Spirit’ untuk ‘Nabi suci’.

“Saudara-saudaraku yang terkasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. ” (InjiI – 1 Yohanes 4:1).

Anda dapat mengamati bahwa kata roh yang digunakan di sini sama dengan seorang nabi. Roh yang benar adalah nabi yang benar, roh yang salah adalah nabi yang salah. Tetapi untuk apa yang dinamakan ‘kelahiran kembali’ kristen, yang melihat hanya dengan mata emosi, saya merekomendasikan bahwa mereka memakai Injil C.I Scofield’s Authorized King James Version yang dengan sebuah Komite editorial dari 9 Doktor Ilmu Theologia menambah catatan dan komentar mereka. Ketika mereka sampai pada kata pertama ‘spirit’ pada ayat di atas, mereka harus memberi sebuah pemberitahuan untuk membandingkan dengan Matius 7:15 yang menyatakan bahwa nabi yang salah adalah roh yang salah. Jadi berdasarkan Yohanes, roh kudus adalah nabi suci, dan nabi suci adalah Muhammad utusan Allah.

Tes Yang Benar
Tetapi Yohanes tidak membiarkan kita dalam awang-awang, menebak-nebak yang benar dari yang salah. Dia memberi kita sebuah tes baku untuk mengenali nabi yang benar tersebut, dia berkata,

“Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah” (Injil-1 Yohanes 4:2).

Berdasarkan penafsiran Yohanes sendiri pada ayat 1 di atas, kata roh adalah sama dengan kata nabi. Jadi ayat 2 ‘Roh Allah’ akan berarti ‘Nabi Allah’ dan ‘setiap roh’ sama dengan ‘setiap nabi’. Anda berhak mengetahui apa yang dikatakan Muhammad tentang “Yesus Kristus”.

Yesus Kristus disebut namanya tidak kurang dari 25 kali dalam Al-Qur’an. Beliau dihormati sebagai :
Isa Ibnu Maryam (Yesus, anak Maria)
As-Saaliihiin (Orang yang Shaleh)
Kalimatullah (Kalimat Allah)
Ruhullah (Roh Allah)
Masihullah (Juru Selamat Allah)

“(Ingatlah), ketika Malaikat berkata, `Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al-Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah). (QS. Ali ‘Imran: 45 ).

Muhammad Adalah ‘Yang Lain’
2. Sang Penghibur dalam Yohanes 14:26 tidak akan pernah menjadi roh kudus’ karena Yesus telah menerangkan:

‘Aku akan meminta kepada Bapa; dan Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang Iain, supaya ia menyertai kamu selama lamanya.” (Injil – Yohanes 14:16).

Penekanan di sini adalah pada kata ‘yang lain’, sebuah perbedaan, sebuah penambahan, tetapi dari jenis yang sama, namun berbeda dari yang pertama. Lalu siapa ‘penghibur pertama’? Dunia Kristen sepakat bahwa dalam kasus ini pembicara sendiri -Yesus Kristus adalah penghibur pertama; kemudian datanglah yang lain, seorang yang mengikuti haruslah alami, merasakan kondisi yang sama yaitu kelaparan, kelelahan, kesedihan dan kematian. Tetapi Penghibur yang dijanjikan ini harus “menyertai kamu selama-lamanya!” Tidak ada seorang pun hidup selamanya. Yesus meninggal maka Penghibur yang akan datang juga meninggal. Tidak ada anak manusia yang tidak mati!

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. “(Ali `Imran: 185).

Hidup Dalam Ajaran-ajarannya
Jiwa tidak benar-benar mati, tetapi ketika terpisah dari badan sewaktu tubuh mati, jiwa akan merasakan kematian. Tetapi Penghibur kita haruslah kekal (ada), kontinu, abadi selamanya. Semua Penghibur menyertai kita selamanya. Musa ada di sini dengan kita hari ini dalam ajarannya dan Muhammad juga di sini dengan kita dalam ajarannya hari ini. (Semoga kesejahteraan dan berkah Tuhan diberikan atas mereka semua). Ini bukan ide baru saya mencoba meluruskan hal yang tak masuk akal tersebut. Saya mengatakan ini dengan keyakinan dan otoritas dari Yesus Kristus sendiri.

Dalam Lukas pasal 16, Yesus bercerita tentang “Orang kaya, orang miskin.” Ketika meninggal keduanya menemukan diri mereka pada sisi yang berlawanan – satu di sorga dan yang lainnya di neraka. Orang kaya (Dives) membara di neraka menangis kepada Bapa Ibrahim untuk mengirim si peminta-minta (Lazarus) untuk menghilangkan dahaganya. Tetapi ketika setiap permintaan jatuh, dia, sebagai kebaikan yang terakhir, meminta Bapa Ibrahim mengirim orang miskin tersebut kembali ke dunia untuk memperingatkan saudaranya yang masih hidup terhadap malapetaka yang akan datang jika mereka tidak memperhatikan peringatan Tuhan.

“Kata Ibrahim kepadanya, ‘Jika mereka (yang masih hidup di bumi) tidak mau mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka pasti tidak mau juga mendengarkan meskipun seseorang yang bangkit dari kematian’.” (Injil -Lukas 16 : 31)

Yesus mengucapkan fakta di atas beberapa abad sesudah kematian nabi-nabi Israel seperti Jeremiah, Hosea, Zechariah dan lain-lain, dan lebih dari 1300 tahun sesudah Musa. Orang-orang munafik di jaman Yesus dan kita saat ini masih dapat mendengarkan “Musa dan Nabi-nabi tersebut”, karena mereka masih hidup, dan selalu menyertai kita melalui ajaran-ajaran mereka.

‘Kamu’ Pada Suatu Waktu
Jika dikatakan bahwa Sang Penghibur sudah dijanjikan untuk murid-murid Yesus dan tidak untuk umat 60 tahun kemudian:

“… dan Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain, supaya ia menyertai kamu selama lamanya.” (Injil – Yohanes 14 : 16).

Dengan mengejutkan, orang Kristen melihat tidak ada kesulitan dalam membenarkan pemenuhan ramalan tersebut “sejak dunia dimulai” dan setelah lebih 1000 tahun ketika Peter pada khotbah keduanya kepada orang-orang Yahudi, mengingatkan mereka,

“Bukankah Musa telah berkata kepada Bapa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu sama seperti aku. Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu. (Injil – Kisah Para Rasul 3: 22)

Semua ‘mu’ (kamu) berasal dari kitab Ulangan bab 18, ketika menunjukkan orang-orangnya dan bukan orang-or-ang Yahudi pada masa Peter, 1300 tahun kemudian. Penulis kitab Injil telah meletakkan kata-kata mencurigakan yang sama di dalam mulut Tuan mereka yang meminta untuk pemenuhan untuk 2 ribu tahun. Saya rasa satu contoh saja su-dah cukup:

‘Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepada-mu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungl kota-kota Israel, anak manusia sudah datang.” (Injil – Matius 10: 23)

Melintas Awan
Pengikut-pengikut Mesias yang pertama ini, selalu berlari, dengan sedih melarikan diri dari penganiayaan. Mereka berlari dari satu kota ke kota lain di Israel, menyusuri setiap awan tebal menunggu kedatangan Yesus yang kedua. Para misionaris melihat tidak ada ketidak normalan dalam 1000 tahun tidak terpenuhinya ramalan. Allah Yang Maha Kuasa tidak akan membuat mereka menunggu, bahkan seperempat waktu, kedatangan “paracletos” – penghibur atau Ahmad yang merupakan nama lain untuk seorang yang dimuliakan Allah menerima utusan Allah yang terakhir dan penghabisan ini – Muhammad!

Kedatangan Penghibur Yang Terkondisi
3. Penghibur pastilah bukan “Roh Kudus” karena kedatangan Penghibur sudah disyaratkan, di mana Roh Kudus tidaklah seperti yang kita amati dalam ramalan:-

“Namun benar yang kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.” (lnjil – Yohanes 16: 7)

“Jikalau Aku tidak pergi, dia tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu “.

Terdapat sejumlah contoh pada kitab suci Injil tentang kedatangan dan kepergian Roh Kudus, sebelum kelahiran dan keberangkatan Mesias. Silahkan periksa referensi berikut ini dalam Injil Anda:

Sebelum Kelahiran Kristus (B.C.) :
l. “… dan Ia (Johannes Sang Pembaptis) akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya.” (Injil-Lukas 1:15)
2. “… dan Elisabeth pun penuh dengan Roh Kudus,” (Injil -Lukas l:41)
3. “Dan Zakaria, ayahnya, penuh dengan.Roh Kudus.” (Injil – Lukas 1: 67)

Sesudah Kelahiran Kristus (A.C.):
4. “… Roh Kudus ada di atasnya (Simon).” (Injil – Lukas 2: 25)
5. “Dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya (Yesus).” (Injil – Lukas 3: 22)

Dari kutipan di atas, sebelum dan sesudah kelahiran Yesus, seseorang tidak dapat berhenti memuji Lukas yang tampil menjadi spesialis pada Roh Kudus. Kita lebih baik bertanya pada umat Kristen, sesudah turunnya “merpati”, dengan pertolongan siapa Yesus membuat banyak keajaiban jika tidak karena pertolongan Roh Kudus? Biarkan Dia sendiri yang mengatakan pada kita. Ketika dituduh oleh kaumnya sendiri, orang-orang Yahudi, bahwa dia melakukan keajaiban tersebut berserikat dengan Beelzebub (kepala syaitan), Yesus menanyakan pertanyaan retoris kepada mereka: “Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis?” Orang-orang Yahudi menyalahkan bahwa kesucian Roh ini -Roh Tuhan- yang telah menolongnya, adalah jahat sekali. Ini adalah penghianatan dari perintah tertinggi. Jadi dia memberi mereka sebuah peringatan yang menakutkan:

“… Tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni ….” (Injil – Matius 12: 31 )

‘Roh Kudus’ ini tidak lain dari apa yang telah dilukiskan Matius sendiri dalam 3 ayat sebelum mengutip ucapan Tuannya:

“Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya kerajaan Allah sudah datang kepadamu.” (Injil – Matius 12: 28)

Bandingkan dengan pernyataan yang sama oleh penulis kitab yang lain.

“Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya kerajaan Allah sudah datang kepadamu.” (Injil – Lukas 11: 20)

Anda tidak perlu menjadi pelajar injil (sekolah gereja?) untuk mengerti bahwa ekspresi (a) “Kuasa Allah” (b) “Roh Allah” dan (c) “Roh Kudus” adalah rangkaian kata yang sama. Jadi Roh Kudus menolong Yesus dalam kementriannya. Roh Kudus tersebut juga menolong murid-muridnya dalam misi da’wah dan penyembuhan mereka. Jika masih terdapat keraguan dalam benak Anda tentang kerja Roh Kudus maka silahkan baca:

Janji Kosong
“… seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga Aku sekarang mengutus kamu. Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata, ‘Terimalah Roh Kudus’. ” (Injil – Yohanes 20: 21-22).

Ini tentunya bukanlah janji kosong. Murid-murid tersebut harusnya telah menerima pemberian Roh Kudus. Jadi jika “Roh Kudus” adalah (1) Yohanes Pembaptis, (2) Elisabeth, (3) Zacharias, (4) Simeon, (5) Yesus, (6) murid-murid Yesus; maka semua ini membuat perkataan, “Jikalau Aku tidak pergi, dia tidak akan datang kepadamu” menjadi tak berarti. Artinya, Penghibur itu bukanlah Roh Kudus!

Ayat yang dibahas dalam diskusi tersebut adalah Yohanes 16:7. Saya ingat getaran hati dan perasaan senang ketika mengutipnya dalam bahasa Arab kepada wanita Kristen di tanah Fir’aun. Kesenangan yang besar ketika menjelaskan ayat Injil dalam bahasa daerah baku suatu negara atau daerah. Saya telah melakukannya dalam selusin bahasa daerah yang berbeda. Tidakkah Anda ingin menguasai ayat tersebut dalam satu atau dua bahasa yang Anda pilih demi kemajuan Islam?

Afrika, Sebuah Bahasa Yang Unik
Dari semua bahasa yang dengannya saya menguasai ayat yang dipertanyakan tersebut, saya telah mendapatkan kegembiraan dan keuntungan dari bahasa Afrika, bahasa untuk mengatur bangsa di Afrika Selatan. Dan, merupakan bahasa yang termuda di dunia. Bahasanya unik. Sebetulnya setiap bahasa adalah unik. Tetapi bahasa Afrika mempunyai kelas tersendiri. Ia juga merupakan bahasa ibu dari setengah populasi Muslim di Afrika Selatan yang dibawa ke sana seba-gai tawanan perang atau budak oleh umat Kristen; hal tersebut karena tuntutan keadaan. Untuk keuntungan mereka dan untuk informasi Anda, saya ulangi ayat di atas:

Maar ek se julle die waarheid: dit is
vir julle voordelig dat ek weggaan;
want as ek Nie weggaan Nie, sal die
Trooster Nie na julle kom
Nie; maar as ek weggaan, sal ek
hom na julle stuur
(Yohanes 16: 7)

Percaya atau tidak! Hal ini adalah kejeniusan bahasa ini: dengan menggunakan 4 bentuk negatif NIE, ME, NIE, NIE, untuk membuktikan sebuah hal positif! Kepergian Yesus adalah perintah mutlak untuk kedatangan “The Trooster”, Penghibur akan datang! Ayat dalam bahasa ini telah membuka banyak pintu untuk saya, selain dari keagamaan, dan mengunci pintu terhadap ide “Penghibur adalah Roh Kudus” (Yohanes 14: 26).

Murid-murid Tidak Cocok
Kami sekarang sampai kepada 4 ayat yang paling luas dan menentukan dalam Yohanes, bab 16 untuk memecahkan teka-teki penerus Kristus. Untuk yang benar-benar dikatakan Yesus:

“Masih banyak hal yang harus kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.” (Injil – Yohanes 16:12).

Nanti kami akan membahas rangkaian kata “banyak hal” dari ayat di atas dengan “memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran” dari ayat berikutnya, ketika mendiskusikannya. Saat ini, marilah kita diskusikan rangkaian kata -“kamu belum dapat menanggungnya.”

Kebenaran dari kata “kamu belum dapat menanggungnya” diulang secara monoton di seluruh halaman-halaman Perjanjian Baru:

* “Yesus berkata kepada mereka (murid muridnya), ‘Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?’ …” (Injil – Matius 8: 26)

* “… dan Yesus berkata kepadanya (Petrus): ‘Hai orang yang kurang percaya’ …” (Injil – Matius 14: 31 ).

“… Dia (Yesus) berkata kepada mereka (murid-muridnya): kamu yang kurang percaya, ‘Mengapa kamu memperbincangkan’.” (Injil – Matius 16: 8).

* “Lalu kata-Nya kepada mereka (murid-muridnya), Dimanakah kepercayaanmu?” (Injil – Lukas 8: 25)

Kami harus mengingat-ingat bahwa ini bukanlah tuduhan Yesus atas keragu-raguan orang-orang Yahudi, tetapi atas orang-orang pilihannya sendiri. Dia merendah sampai ke tingkatan anak kecil untuk membuat segala sesuatu jelas bagi muridnya tetapi Dia terpaksa keluar dalam keadaan frustasi:

* “Jawab Yesus, ‘Kamupun masih belum dapat memahaminya?’…” (Injil – Matius 15:16).

Dan ketika dia sampai ke batas ambang kegusaran, dia mencerca orang-orang pilihannya:

* . . . . …. hai kamu gererasi yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu dan sabar terhadap kamu?” (Injil – Lukas 9: 41 )

Keluarganya Berfikir Dia Gila
Sebagai utusan Tuhan, Yesus merupakan orang yang paling tidak beruntung dibanding utusan Tuhan lainnya. Keluarganya tidak mempercayainya “saudara-saudaranya sendiri pun tidak mempercayainya” (Yohanes 7: 5). Faktanya mereka menginginkan yang lebih luas untuk memahaminya, berkeyakinan bahwa dia gila.

“Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia; sebab kata mereka Ia tidak waras lagi.” (Injil – Lukas 9: 41 )

Siapa teman-teman dan keluarga Yesus yang memperhatikan kesehatan jiwanya? Kita lihat pendapat Pendeta J.R. Dummelow, M.A. pada salah satu Jilid Komentar Injil-nya:

“Dari ayat 31” (10 ayat setelah kutipan di atas) “Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus … keluarganya berkata, ‘Ia tidak waras lagi’.” Ahli-ahli Taurat berkata, “Dia dikuasai oleh kejahatan dirinya sendiri.” Tidaklah seperti itu, bagaimanapun, keluarganya bersimpati kepada ahli-ahli Taurat (orang-orang terpelajar dari bangsa Yahudi), “Pengertian mereka menjadi sederhana bahwa pikirannya tidak stabil, dan bahwa dia harus ditahan,”

Yesus – Ditolak Oleh Bangsanya
Itu adalah keputusan dari relasi-relasi dekat Yesus. Kemudian bagaimana tanggapan bangsanya sendiri, orang-orang Yahudi, setelah semua da’wahnya yang indah dan kekuatannya yang ajaib? Murid-muridnya secara ikhlas:

“Ia datang kepada bangsanya (orang-orang Yahudi), tetapi mereka tidak menerimanya.” (Injil – Lukas 9:41) Sebenarnya “bangsanya” telah mengejeknya, mencaci makinya dan dengan berapi-api menolaknya. Lebih dari itu mereka berusaha untuk menyalibnya. Meski selama 2000 tahun berada dalam penganiayaan umat Kristen, dan sekarang mereka sangat cinta dan fanatik terhadap mereka, untuk menenangkan mereka, Orang-orang Yahudi sebagai kaum dan secara keseluruhan tidak pernah dapat menerima Yesus sebagai juru selamat mereka, pengantar mereka, Tuhan mereka, ini sederhana karena samanya penilaian mereka –

“Bahwa tidak pernah ada seorang Yahudi dapat menerima Yahudi yang lain sebagai Tuhan!”

Hanya dalam Islam, orang-orang Yahudi, Kristen dan Islam dapat menemukan penyelesaian, -semua mempercayai Yesus seperti dia adanya,- salah satu utusan Tuhan yang paling hebat; dan bukan sebagai Tuhan atau anak-Nya! ”

Murid-rnurid Meninggalkannya
Apa tanggapan 12 orang pilihannya, atas “ibu dan saudara-Nya” (Markus 3: 34), sebagaimana dia memanggil mereka? Saya akan mempersilahkan Professor Momerie untuk melukiskannya dalam kata-katanya yang tak ada tandingannya –

“Murid-muridnya, selalu salah paham terhadapnya dan perbuatannya: Menginginkannya menurunkan api dari sorga; Menginginkannya menyatakan dirinya sebagai Raja orang-orang Yahudi; Menginginkannya duduk pada tangan kanan dan kirinya dalam kerajaannya, Menginginkannya menunjukkan Bapa kepada mereka; Membuat mereka dapat melihat Tuhan; Menginginkannya melakukan; menginginkan mereka melakukannya sendiri, apa saja dan segala sesuatu yang bertentangan dengan rencana besarnya. Ini adalah bagaimana mereka memperlakukannya sampai akhir Ketika hal itu datang, mereka semua meninggalkannya, serta melarikan diri.”

Dikutip dari Sayed Amir Ali dalam bukunya The Spirit of Islam halaman 31.
Adalah tidak beruntung bahwa Yesus tidak mempunyai pilihan yang nyata dalam memilih murid-muridnya. Mereka mengecewakannya padahal belum pernah ada sekelompok lain yang taat yang telah mengecawakan nabi mereka sebelum itu. Dan itu bukanlah kesalahan Yesus. Dia meratapi keadaannya: “… Roh memang penurut, tetapi daging lemah.” (Injil-Matius 26: 41). Sejujurnya, ini bukanlah tanah liat yang daripadanya Adam pertama kali dibuat. Dia meninggalkan tanggung jawab itu kepada penerusnya, orang yang Dia sebut di sini -“Roh kebenaran” yaitu Nabi kebe-naran, Nabi keadilan!

Kesamaan Arti “Roh” dan “Nabi”
“Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran….” (Injil – Yohanes 16: 14).

Kenyataannya, secara keinjilan, kata “Roh” digunakan secara sinonim dengan “Nabi”, oleh penulis yang sama dalam Yohanes 4:1 (lihat halaman sebelumnya tentang hal ini). Di sini “Roh kebenaran” akan menjadi “Nabi kebenaran”. Seorang nabi yang padanya kebenaran dipersonifikasikan. Dia menjalani seluruh hidupnya dengan begitu terhor-mat dan tekun, dia telah mendapatkan gelar mulia as-saadiq (orang yang jujur) dan Al-Amin, “jujur”, “lurus”, “dapat dipercaya”; bahkan dari para penyembah berhala di negaranya. Orang yang dapat dipercaya, yang tidak pernah berbohong. Hidupnya, kepribadiannya serta ajarannya benar-benar membuktikan bahwa Muhammad adalah penjelmaan dari Kebenaran (Al-Amin) – Roh kebenaran!

Iklan

>Dialog Islam-Kristen 2 : Muhammad Pengganti Alamiah Kristus [part 2]

•22 Oktober 2010 • 1 Komentar

>

DALAM FIRMAN TUHAN
Satu saja Ramalan Penuh
“Dan (ingatlah ketika Isa Putra Maryam berkata, ‘Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad’…” (QS. Ash-Shaff:6).

Sebuah Ciri Umum
Hanya dari pandangan sekilas, pembacaan yang cepat, penglihatan yang tergesa-gesa pada ayat-ayat sebelumnya, seorang Muslim akan puas bahwa Yesus Kristus benar-benar meramalkan kedatangan Nabi Muhammad, utusan Allah. Orang Islam dibuat bingung atas kekeras-kepalaan, kesombongan dan lorong impian orang Kristen yang menghalanginya melihat cahaya dari dalam dirinya dan mendengarkan hati nuraninya sehingga tidak dapat mengenali kejelasan tersebut.


Orang Kristen pada gilirannya dibingungkan pada kekeras-kepalaannya yang membatu dari orang-orang Yahudi, bangsa yang dikaruniai kecerdikan yang kreatif, meskipun terdapat 1001 ramalan pada kitab mereka (Perjanjian Lama) sehubungan dengan kedatangan Mesias secara keseluruhan mereka tidak mampu mengenali Tuhan dan ‘Juru Selamat’ mereka. Apakah mereka (umat Kristen dan Yahudi) buta?

Tidak. Orang-orang Yahudi atau Kristen tak seharusnya tahan terhadap kebenaran. Permasalahannya adalah bahwa kita semua membuat persangkaan sejak kecil. Orang-orang. Amerika menyebutnya telah ‘diprogram’.

Membaca ayat-ayat secara biasa atau mendengarkan ceramah-ceramah dan mendapatkan kepuasan atas diri sendiri dalam pengetahuan tidak akan menolong penyebaran kebenaran. Saat ini adalah abad ‘Everyman’ (setiap orang).

Abad profesi telah berlalu. Adalah tugas setiap Muslim -pria, wanita, atau anak-anak untuk terlibat, sesuai dengan kemampuan masing-masing. Ingatlah ayat di atas dengan artinya juga kutipan yang mendahului dan mengikutinya sehingga Anda mempunyai bekal untuk membagi dien kita dengan non-Muslim. Tak ada jalan pintas untuk berda’wah!

Hasilkan Buktimu!
Mungkin saja ini bukan pertama kalinya Anda membaca atau mendengar tentang ramalan-ramalan dalam kitab Yahudi atau Kristen sehubungan dengan kedatangan utusan Allah yang terakhir dan penghabisan -Muhammad, rahmat bagi semua manusia. Dan mungkin pada suatu waktu Anda telah melakukan sedikit usaha dengan ragu-ragu mengusulkan bahwa Nabi Muhammmad diramalkan dalam Injil. Tetapi ketika dibutuhkan bukti, Anda sama sekali tidak dapat, karena Anda tak pernah melakukan persiapan diri. Ingat, tak ada yang dapat menggantikan pekerjaan berat. Saya yakin atas apa yang saya katakan dan saya lakukan apa yang saya ucapkan. Insya Allah.

Saya pribadi mempunyai ingatan berjenis-jenis pilihan dari Injil dalam selusin bahasa yang berbeda-beda, termasuk bahasa Arab dan Ibrani. Bukan untuk pameran tetapi karena pembuktian potongan-potongan agama ini menimbulkan berjenis-jenis kelompok bahasa yang berguna untuk menda’wahkan keyakinan kita. Bahasa adalah kunci untuk memahami hati suatu kaum.

Di Tanah Fir’aun
Tanpa banyak jaminan, saya terlantar di Kairo karena kekurangan Visa masuk. Seorang pria ramah dari Al-Azhar, yang sedang mencoba menolong kami mendapatkan dokumen yang diperlukan, menjadi putus asa dengan keterlambatan tersebut. Karena harus melaksanakan shalat Jum’at, Ia menarik saya dan anak laki-laki saya, Yusuf, menuju seorang wanita Mesir yang masih muda, berpakaian rapi ala Barat.

Setelah mengeluarkan banyak usaha dan waktu, wanita tersebut kembali kepada kami dengan kabar baik. “40 dolar”, dia berkata.

Saya bertanya, “Untuk apa?” ‘

“Untuk Visa”, dia menjawab. 20 dolar untuk saya dan 20 dolar untuk anak saya.

“Tetapi saya seorang tamu pemerintah”, saya memaksa. Dia berkata bahwa dia tidak tahu apa-apa tentang itu, maka saya tersenyum dan membayar.

Dari pembicaraan dan sikap wanita tersebut, saya merasa dia seorang yang berpendidikan dan berbudaya, sehingga tanpa ragu-ragu saya menanyakan lagi namanya dalam bahasa Arab yang terpatah-patah. Tetapi, namanya terlalu asing bagi saya untuk mengingatnya. Saya menanyakannya lebih jauh: “Apakah Anda seorang muslim?”

Dia berkata: “Tidak, saya seorang Kristen Mesir.” Ini pembukaan yang saya tunggu-tunggu. Saya mulai: “Tahukah Anda bahwa sebelum Yesus Kristus meninggalkan dunia, beliau memberi tahu murid-muridnya,” dan saya mulai mengutip, sekarang dengan bahasa Arab yang sangat teliti sekali, sebuah ayat dari Injil berbahasa Arab, yang saya ingat untuk kesempatan khusus seperti ini:

Terjemahannya: Saya tidak perlu menterjemahkan bahasa Arab di atas kepadanya, karena sebagai seorang Arab dia mengerti ayat ini dengan sempurna. Tetapi agar dapat bermanfaaat bagi orang-orang yang tidak mengetahui bahasa Arab saya akan memberikan yang tepat sama dari Injil berbahasa Inggris, di mana saya telah bersusah payah mengingatnya dalam sebagian waktu saya. Anda juga dapat memanfaatkan sebagian waktu tersebut jika Anda benar-benar mencintai Dien Allah dan berharap untuk membaginya dengan yang lain.

“Namun, Aku mengatakan kebenaran ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu. Tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.” (Injil – Yohanes 16:7).

“Al-Moouzzi” Sang Penghibur
Saya sangat memohon kepada saudara saya yang dapat membaca kutipan berbahasa Arab untuk mengingatnya bersama dengan terjemahan Inggris di atas dan mencari kesempatan untuk menggunakannya. Pelajari ayat-ayat tersebut bersama dengan bahasa lain yang Anda ketahui. Tentunya akan ada perbaikan pada kelancaran dan keahlian Anda dalam mengajarkan Islam ke orang lain.

Kata “comforter (penghibur)” di atas dalam bahasa Arabnya adalah “Al-Maaouzzi”. Saya bertanya pada wanita tersebut: “Siapakah Al-Maaouzzi pada ramalan tersebut?”

Dia berkata, “Saya tidak tahu”.

Dia jujur. Maka saya mengatakan bahwa kami diberitahu dalam Al-Qur’an bahwa Yesus Kristus telah berkata kepada murid-muridnya:

“…. dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)…. ” (QS. Ash-Shaff 6).

Saya melanjutkan, “Ahmad ini nama lain untuk Muhammad, dan Muhammad adalah Moouzzi ”

“Sangat aneh,” dia berseru, “Orang-orang Mesir ini” (maksudnya umat Islam Mesir) “mengajak kami ke bioskop, mereka mengajak kami” (maksudnya wanita kristen) “untuk menari, tetapi tidak ada yang pernah mengatakan Moouzzi ini!” Melalui wanita tersebut Allah Subhanahu wa Ta’a1a mempersenjatai saya dengan palu seberat 14 pound sebelum meninggalkan bandara Kairo, Alhamdulillah! Dan, saya telah mempergunakan palu tersebut.

Kesatuan penjelasan tentang Penghibur/Al-Moouzzi pada Yohanes 16:7 dan Ahmad/Muhammad pada kitab suci Al-Qur’an surat Ash-Shaff ayat 6 akan diletakkan dalam tempat ketika menjelaskan ayat tersebut di awal bab ini.

Pembenaran Yang Berkaitan Dengan Injil
Ingat, pada abad 6 Masehi, ketika Muhammad melagukan firman Allah yang secara sistematik “diletakkan dalam mulutnya” Injil berbahasa Arab belum diterjemahkan. Beliau tak mungkin pernah mengetahui bahwa dia sedang memenuhi dan membenarkan ucapan pendahulunya (Yesus) untuk isinya.
Hanya Untuk Bangsa Israel

1 . Yesus hanya untuk Bangsa yahudi
“Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata, ‘Hai Bani Israil sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu (bangsa Yahudi).” (QS. Ash-Shaff 6)

“Kedua belasmurid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka, “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Injil Matius 15: 5-6).

Bukan Untuk Anjing-anjing

“Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru, ‘Kasihanilah aku, ya Tuhan, anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.’ Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya, ‘Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak.’ Jawab Yesus, ‘Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.’ Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata, ‘Tuhan, tolonglah aku.’ Tetapi Yesus menjawab, ‘Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing’.” (Injil Matius 15: 5-6)

Hal tersebut menandai Nabi Yahudi ini, bahwa Ia melakukan apa yang diajarkannya. Dalam hidupnya dia tidak pernah mengajak orang yang bukan Yahudi. Dan dalam memilih pilihannya (12 muridriya) Ia meyakinkan bahwa mereka termasuk sukunya sehingga ramalan lainnya terpenuhi: “… apabila Anak Manusia bersemayam di tahta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikuti Aku, akan duduk juga di atas tahta untuk menghakimi ke-l2 suku Israel….” (Injil – Matius 19: 28).

2. Tidak Ada Agama Baru
‘Membenarkan kitab (yang turun) sebelumku.” (QS. Ash-Shaff:6).

Mesias bukanlah utusan yang lemah di antara orang-orang Yahudi. Seperti pendahulunya Amos dan Ezekkiel atau Isaiah dan Jeremiah, Dia keras dalam penghukumannya terhadap formalisme dan kemunafikan bangsa Yahudi. Pendekatannya yang baru dan da’wahnya yang agresif telah membuat kecurigaan tertentu di antara hirarki keagamaan. Ahli menulis dan orang-orang munafik mendatanginya berkali-kali untuk menguji kesejatiannya.

Untuk menghilangkan kecurigaan mereka bahwa dia tidak membawa agama baru dan bahwa dia adalah pembenar semua ajaran terdahulu sebelumnya. Dia berkata,

“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu, ‘Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada oranglain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam kerajaan Surga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah- perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga’.” (Injil -Matius 5:17-19).

Bandingkan rangkaian kata ini: “Membenarkan kitab yang turun sebelumku” -kata-kata di awal bab ini dengan 3 ayat Matius di atas, dan Anda akan menemukan bahwa tidak ada gaya penulisan yang panjang lebar dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an menyampaikan pesan Allah dengan singkat, jelas dan teliti.

“Bapak kebenaran memilih nabinya, dan dia berbica-ra kepada mereka dalam suara yang lebih kuat dari suara petir”. (Sayed Amir Ali dalam The Spirit of Islam. )

Al-Qur’an telah datang untuk membenarkan, memperbaiki dan menyempurnakan wahyu, atau apapun yang di kirinya dalam sisi tak berguna.

“Tidaklah mungkin Al-Qur’an ini drbuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al- Qur’an itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Rabb semesta alam.” (QS. Yunus: 37).

3. Berita Baik
“Memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” (QS. AS-Shaff 6).

Saya tidak akan meminta maaf, atau datang untuk meminta maaf atas pengembangan komentar kata per kata di sini pada kata “Ahmad” dari terjemahan Yusuf Ali yang berbahasa Inggris. Tetapi sebelum saya melakukan hal tersebut izinkanlah saya memberi penghargaan yang sesuai kepada: Kompleks percetakan Kitab Suci Al-Qur’an Raja Fahd di Madinah Al-Munawwarah yang telah mendistribusikan jutaan Al-Qur’an dalam berbagai bahasa.

Alasan mereka menggunakan Yusuf Ali sebagai dasar cetak ulangnya disimpulkan dalam kata-kata berikut ini:

“Pada masa lalu sejumlah individu telah berspekulasi menterjemahkan Al-Qur’an, tetapi hal itu umumnya adalah usaha pribadi, sangat dipengaruhi oleh persangkaan mereka. Untuk menghasilkan terjemahan bebas dari persangkaan in-dividu, sebuah keputusan raja (No. 19888 tanggal 16/8/ 1400 H dikeluarkan oleh petugas dua masjid suci, Raja Fahd Ibnu Abdul Aziz, yang pada waktu itu menjabat wakil Perdana Menteri. Terjemahan almarhum Ustadz Yusuf Ali dipilih karena karakteristiknya yang berbeda, seperti gaya bahasa yang bagus dan tinggi sekali, pemilihan kata yang dekat dengan arti teks asli, ditambah dengan komentar dan catatan ilmiah.” (Presiden “Islamic Researches”, Ifta, Penyeru dan Penuntun.).

Di luar 6 ribu catatan penjelasan yang terdapat dalam terjemahan Yusuf Ali, berikut ini hanyalah satu dari tiga penjelasan ramalan dalam Firman Yesus sehubungan dengan kedatangan Muhammmad Shallallahu Alaihi wa Sallam, Sang Utusan Tuhan.
Catatan No. 5438:
“Ahmad” atau “Muhammad”, orang yang mulia, adalah terjemahan dari kata Yunani Periclytos. Pada kitab Yohanes 14: 16; 15: 26, dan 16: 7, kata “Comforter” dalam versi Inggris sepadan untuk kata Yunani “Paracletos” yang berarti “penghibur” seorang yang terpanggil untuk menolong orang lain, teman/sahabat yang baik, lebih dari sekedar ‘Comforter’. Para doktor berpendapat bahwa Paracletos adalah pembacaan yang menyimpang dari Periclytos, dan dalam firman asli Yesus ada ramalan tentang nabi suci yang bernama Ahmad. Bahkan jika kita baca Paraclete, di sana tersirat Nabi Suci, “yang penyayang untuk semua mahluk” (QS. Al–Anbiya:107) dan “paling baik dan penyayang kepada pengikutnya” (QS. At-Taubat: 128) Lihat juga catatan 416 untuk Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 81.

4. Qs. Ash-Shaff:6
“Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, ‘Ini adalah sihir yang nyata’.” (QS. Ash-Shaff 6).

Jadi hal tersebut menyimpulkan Al-Qur’an surat Ash-Shaff ayat 6. Dalam sebuah diskusi: “Nabi Islam telah diramalkan dalam banyak cara; dan sejak ia muncul selalu membawa banyak bukti yang nyata, karena seluruh hidupnya dari awal sampai akhir adalah sebuah keajaiban yang besar. Dia berjuang dan selalu menang melawan orang-orang aneh. Tanpa belajar dari manusia, ia mengajarkan kebijaksanaan tertinggi. Ia meluluhkan hati yang membatu, dan mengokohkan hati yang lembut dan membutuhkan dorongan. Dalam setiap perkataan dan perbuatannya, orang yang bermata jeli dapat melihat peranan tangan Allah. Namun orang-orang yang skeptis menyebutnya sihir, sulap atau ilmu gaib.

“Sihir dan sulap! Bukan, bukan! Hati yang tajam dan agung ini, bergejolak, mendidih seperti tungku pembakaran pemikiran-pemikiran, bukanlah milik seorang pesulap.” (Thomas Carlyle, hal. 88 dalam bukunya Heroes and Hero-worship.)

Dan mereka menyebut pemenuhan ramalan yang ajaib itu sebagai kekuatan ghaib, tukang sulap, guna-guna yang menjadi fakta paling kuat dalam sejarah manusia Islam!

>Tampilan Baru Blogger

•22 Oktober 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

>Udah lama nggak mosting, eh ternyata ada berubah dari halaman awal Blogger , desainnya lebih elegan , hehehe berikut screenshotnya … 😀

gimana menurut teman2 ???? Keep Posting n Sharing hehe 😀

>Dialog Islam-Kristen 2 : Muhammad Pengganti Alamiah Kristus [part 1]

•22 Oktober 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

>

UTUSAN TERAKHIR
“… dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad). (QS. Ash-Shaff:6).

Berbagai Segi Suksesi
Suksesi mempunyai banyak bentuk seperti hak asasi dari anak pertama dalam hukum Yahudi. Atau pengangkatan putra atau putri tertua ke tahta kerajaan atau dengan pemilihan, untuk memilih calon dengan pengumpulan suara terbanyak. Atau secara keagamaan, sebuah penunjukkan dengan ketetapan dari utusan yang dipilih Tuhan. Seperti pemanggilan Ibrahim, Musa, Yesus atau Muhammad Sallallahu Alaihi wa Sallam (semoga kesejahteraan dan keberkahan diberikan Allah atas mereka). Yang “ditunjuk” dalam pengabdian terhadap jabatan mereka.

Berbagai segi penggantian Yesus oleh Muhammad.

1. Secara kronologis, dalam sejarah sebagai urutan kejadian dalam satu waktu
2. Dipilih oleh Tuhan
3. Sebagai pemenuhan ramalan pendahulunya, dan yang terakhir tetapi bukan yang paling tidak berarti adalah…
4. Dengan membawa petunjuk Tuhan untuk penyempurnaan. “Karena Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran” Kata Yesus Kristus.

Menurut Sejarah
Nabi Musa mendahului Yesus Kristus kira-kira 1300 tahun dan Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam menggantikan kekosongan setelah Yesus kira-kira 6 abad kemudian.

Tanggal 12 Rabi’ul ‘Awwal tahun Gajah, atau 29 Agustus 570 Masehi, Muhammad yang patut dipuji, lahir di kota suci Makkah, Arab, di daerah penyembah berhala. Masyarakatnya, yaitu orang-orang Quraisy mengingat tahun kelahirannya sebagai “Tahun Gajah”, karena 2 bulan sebelum kelahiran beliau, Abraha Al-Ashram, Raja muda Abesinia, dari Yaman, memimpin pasukannya dengan mengendarai seekor gajah Afrika yang besar, menyerang tempat perlindungan suci tersebut. Kilasan ketakutan tak pernah terhapus dari ingatan mereka dan masih terdapat goncangan akibat serbuan tersebut. Kerusakan yang mengerikan oleh Abraha dan tentaranya dicatat dalam Surat Al-Fiil atau Gajah:

“Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Rabbmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia? Dan, Dia mengirim mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat). (QS. Al-Fiil: 1-5)

Standar Allah
Allah Yang Maha Kuasa memilih sendiri utusan-Nya. Dia menggunakan standar-Nya meskipun kita mungkin tidak selalu mengerti hikmahnya. Paulus menyerukan keganjilan ini:

“Orang-orang Yahudi menghendaki tanda, dan orang orang Yunani mencari hikmat.” (Injil Korintus 1:22).

Tetapi orang sebijaksana Paulus, menemukan bahwa kebijaksanaannya adalah penghalang bagi orang-orang Yahudi dan kebodohan bagi orang-orang Yunani. Allah memilih Musa Alaihis-salam, seorang yang gagap dan buronan pengadilan. Kitab Suci Injil menyebutnya sebagai seorang yang tidak petah lidahnya (Keluaran 6: 11).
Menyadari kekurangannya ketika bertugas menghadapi Fir’aun, raja dzalim terbesar pada abad itu, Musa Alaihis-salam memohon kepada Allah Yang Penyayang:

“Berkata Musa, ‘Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku, dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku; (yaitu) Harun, saudaraku, teguhkanlah dengan dia kekuatanku, dan jadikanlah dia sekutu dalam urusanku, supaya kami banyak bertasbih kepada Engkau, dan banyak meng ingat Engkau. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Melihat (keadaan) kami. Allah berfrman, ‘Sesungguh-nya telah drperkenankan permintaanmu, hai Musa’.” (QS. Thahaa: 25-36).

Mengapa “Menurut Anggapan”?
Kemudian datang Yesus yang telah dipilih oleh Tuhan. Berdasarkan ajaran Kristen, dia adalah seorang tukang kayu dan anak seorang tukang kayu, dengan sebuah keraguan silsilah sebagaimana tercatat dalam Injil:

“Dan, Yesus berumur kira-kira 30 tahun dan (menurut anggapan orang) ia adalah anak Yusuf …. ” (Injil – Lukas 3:23).

Yesus saat ini dikenal oleh satu milyar umat Islam lahir secara ajaib -tanpa campur tangan seorang pria-. Pengikut-pengikut Kristus membuat 2 silsilah terpisah untuk seorang manusia yang tidak mempunyai silsilah. Di antara Kitab Matius dan Lukas mereka memberi utusan Tuhan yang hebat ini 66 ayah dan kakek. Dan dari kedua daftar yang terpisah ini hanya satu nama yang sama yaitu Yoseph si tukang kayu, yang tak cocok di manapun karena seperti yang tercatat da-lam Lukas di atas, dia hanya ayah Yesus menurut anggapan orang.

Bahkan Para Uskup Ragu
Dalam sebuah “Survey para uskup Anglican yang mengejutkan” pada bulan Juni 1984 mengungkapkan bahwa 31 dari 39 uskup berfikir bahwa. “Keajaiban Kristus, kelahiran perawan dan kebangkitan, mungkin tidaklah terjadi persis seperti yang dilukiskan di dalam Injil”.

Berbeda dengan para uskup gereja Inggris (“Anglican”), gereja Scotlandia dengan sangat hormat menghilangkan setiap referensi untuk “kelahiran perawan” dari penerbitan terbaru Sebuah Pernyataan tentang Keyakinan (A Statement of Faith). Topik tentang keajaiban Yesus semakin memanas di kalangan Kristen Barat untuk menanganinya seperti Anda lihat di sini:

The Daily News
Durban, Selasa, 22 Mei 1990
Kelahiran Perawan Dihilangkan
oleh Gereja Scotlandia
LONDON: Surat referensi langsung untuk kelahiran perawan telah dihilangkan dari penerbitan baru gereja Scotlandia, Sebuah Pernyataan tentang Keyakinan, untuk “menghindari perpecahan yang mungkin terjadi di antara anggota gereja”.

Pendeta David Beckett, sekretaris partai pekerja khusus yang menerbitkan pengumuman tersebut, berkata bahwa penghilangan tersebut akan memindahkan gereja Scotlandia dari teologi Katholik Anglican yang tradisional menjadi golongan gereja Inggris yang lebih liberal, yang diperjuangkan oleh uskup Durham, David J Jenkins.

Dokumen baru tersebut didebat oleh Sidang Umum Tahunan Gereja Scotlandia di Edinburg: Dirancang untuk menyampaikan pengakuan Westminster, ditulis tahun 1640, dalam bahasa yang lebih baru, panel gereja dalam doktrinnya juga mengambil kesempatan untuk menyesuaikan teks pada kelahiran perawan.

Tuan Beckett berkata, “Kami ingin datang dengan sebuah pernyataan yang menyatukan dari pada memecah beIah. Seseorang yang akan disambut oleh seluruh gereja, tidak hanya yang menerima kelahiran perawan sebagai fakta sejarah, tetapi juga oleh orang-orang yang menganggapnya lebih sebagai teologi bergambar

Klaim para pemimpin gereja bahwa pengakuan West-minster belum diganti, hanya merupakan ringkasan dan pembaharuan.
-Dinas Urusan LuarNegeri–

Tuhan Memilih Yesus
Meskipun secara spirituil Yesus Kristus sangat kaya akan kebijaksanaan, cahaya dan kebenaran; hatinya senang berfilsafat tentang peminta-minta di dunia, ketika dia ber-kata,

“Datanglah seorang perempuan kepadanya (Yesus) membawa sebuah buli-buli pualam yang berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus…”

Melibat itu murid murid gusar dan berkata: “Untuk apa pemborosan ini?

Sebab minyak itu dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin.
… Yesus berkata kepada mereka …. Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu.” (Injil – Matius 26:7-11)

Tetapi ketika kemiskinan tampak di wajahnya, ketika kemelaratan, kekurangan dan kebutuhan menimpanya, ia menangis kesedihan:

“Dan, Yesus berkata kepadanya, ‘Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi anak manusia (mengacu kepada dirinya sendiri) tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalanya’.” (Injil – Matius 8:20 juga diulang pada Lukas 9:58).

Dan Tuhan memilihnya (Yesus): unik dan tak dapat dimengerti, adalah cara Tuhan!

Mustafa Orang Pilihan
“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rosul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka, dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah (As-Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Al–Jumu’ah: 2).
Mengagumkan sebagaimana yang terlihat. Saya tidak kagum lagi! Inilah cara-Nya -Dia memilih seorang ummi, nabi yang buta huruf untuk sebuah bangsa yang ummi, buta huruf.

“Masyarakat penggembala yang miskin, mengembara tidak dikenal di padang pasir sejak penciptaan dunia. Seorang Nabi pahlawan telah diutus untuk mereka dengan sebuah kata yang dapat mereka percaya: Perhatikan, tidak dikenal menjadi terkemuka di dunia, yang kecil telah tumbuh menjadi dunia besar. Dalam satu abad kemudian Granada (Spanyol) telah berada di tangan bangsa Arab dan Delhi (India) di tangannya yang lain. Memantulkan keberanian, kemegahan dan cahaya kecerdasan, Arab menyinari sebagian besar dunia dalam waktu yang lama. Keyakinan adalah hebat, memberikan kehidupan. Sejarah sebuah bangsa menjadi bermanfaat, meninggikan jiwa, hebat, secepat keyakinannya. Bangsa Arab ini, Muhammad, dan satu abad tersebut -tidak lah seperti jika bunga api jatuh, sebuah percikan, pada dunia yang terlihat hitam, padang pasir yang tak terkenal; tetapi pasir ternyata mesiu yang meledakkan, nyala api surga dari Delhi sampai Granada! Saya katakan, manusia yang besar selalu seperti cahaya surga. Manusia yang lain menunggunya seperti bahan bakar, dan kemudian mereka semua akan ber-kobar juga.”

Demikian penutup pidato Thomas Carlyle, salah seorang pemikir terbesar abad lalu. Saat itu hari Jum’at, 8 Mei 1840. Temanya: “Pahlawan sebagai Nabi”. Pendengarnya: adalah umat Kristen Anglican – Inggris.

Umat Pilihan
Tuhan memilih utusan-Nya, Tuhan memilih umat-Nya. Di dalam kerajaan spiritual tidak ada bangsa menyerupai bangsa Yahudi dan Musa dibuat meratap menghadapi kaumnya:

“Bahkan kamu menentang Tuhan, sejak aku mengenal kamu.” (Injil – Ulangan 9:24).

Pada surat wasiat terakhir Musa Alaihis-salam bangsa Israel membuat frustrasi utusan yang lemah lembut yang terpaksa mencerca dalam menghadapi sikap yang sombong dan keras kepala kepada petunjuk Tuhan.

“Karena aku mengetahui pembangkanganmu, dan kekakuan tengkukmu Lihatlah, selagi aku hidup bersama-sama dengan kamu, kamu sudah menjadi pembangkang terhadap Tuhan, terlebih lagi nanti sesudah aku mati.” (Injil – Ulangan 31: 27).

Aduh, benar sekali! Saya tidak akan berfilsafat pada pilihan Tuhan. Tetapi pada bab berikut api kemarahan Tuhan menyala dari sebesar lilin sampai lautan api dan dia mengutuk orang-orang Yahudi.

“Mereka membangkitkan cemburuku dengan yang bukan Allah, mereka membuatku marah dengan berhala mereka. Sebab itu Aku akan membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan umat, dan akan membuat mereka marah dengan bangsa yang bodoh. (Injil – Ulangan 32:21).

u~ penekanan ini dari saya. 44 The Choice

Pengganti Orang-orang Yahudi
Setiap orang yang mempunyai sedikit pengetahuan tentang Injil akan dapat menebak siapa yang di mata orang-orang Yahudi rasis dan sombong ini “bukan sebuah umat” -sesuatu yang tidak berarti dan “bangsa yang bodoh” jika bukan sepupu mereka keturunan Ismail- bangsa Arab yang dalam kata-kata Thomas Carlyle telah “mengembara tidak dikenal di padang pasir sejak penciptaan dunia!?”

BANGSA ARAB: Alexander Agung telah mengabaikan mereka; bangsa Persia mengabaikannya; Bangsa Mesir mengabaikannya; bangsa Romawi mengabaikannya. Adalah tanggung jawab mutlak setiap bangsa untuk menaklukkan dan menjajah mereka. Tetapi sang Pencipta tidak mengabaikan mereka. Dia mengangkat mereka dari kegelapan yang dalam dan mengubah mereka menjadi obor cahaya dan pe-ngetahuan dunia. “Aku akan membangkitkan rasa cemburu orang-orang Yahudi.” Kecemburuan ini adalah penyakit yang tertanam. Ingat, Sarah dan Hajar, 2 istri Abraham (Ibrahim) Alaihis-salam – sahabat Tuhan. Kecemburuan Sarah diwariskan ke anak-anaknya dan pada bangsa serta pada suku bangsa yang belum lahir.

Belum lama ini saya membaca sebuah buku penemuan obat yang ditulis oleh seorang paramedis Yahudi. Sayangnya saya tidak dapat mengingat nama penulisnya dan gagal mendapatkan kembali buku tersebut. Bagaimanapun, kata-kata pembayaran upeti yang ditulis oleh penulis Yahudi ini kepada saudara semitnya -(Arab) telah membuat kesan yang tak dapat dihilangkan dalam ingatan saya. Dan saya mengutip dari ingatan saya:

“Pengendara Goatherd (kambing?) dan unta duduk pada singgasana kaisar ”

Penuh kedengkian, kesengitan, kekasaran, tetapi bagaimanapun juga benar! Ini yang telah dilakukan Tuhan dan selalu dilakukan. Dia menghormati siapa yang diinginkan-Nya. Inilah apa yang dilakukan untuk menunjukkan kekuatan tangan-Nya (Kekuasaan).

“Dan jika kamu berpaling (dari keimanan) niscaya Allah akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).” (QS. Muhammad: 38)

“Hal ini benar-benar satu dari keajaiban sejarah terbesar bahwa dari Arab yang terbelakang telah meledak suatu kelompok manusia, sahabat nabi, yang dalam beberapa abad dapat menciptakan peradaban yang bagus sekali, meluas dari tumpukan kayu bakar sampai tembok Cina.” (Abdul Wadod Shalabi dalam “Islam Religion of Life.)

Peringatan Terakhir
Yang terdahulu adalah benar-benar pemenuhan Yesus Kristus, nabi terakhir dari nabi-nabi besar Yahudi, menimbulkan perkiraan atas penempatan ras Yahudi yang salah dalam bimbingan spiritual manusia. Dalam firman Tuhan sendiri:

“Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa kerajaan Allah? akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah kerajaan itu.” (Injil – Matius 21: 23).

>Di China, Twitter Tak Bernilai Dibanding Weibo

•10 Oktober 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

>Pengguna internet mana yang tak kenal Twitter? Platform 140 karakter itu bak sudah menjadi bagian gaya hidup netizens alias warga dunia maya. Karena kesuksesannya pula maka tak heran bila makin banyak situs tiruan platform 140 karakter itu.

Tak terkecuali di China. Negara berpenduduk lebih dari 1 miliar itu tak mau kalah menciptakan situs yang mirip Twitter. Terlebih saat pemerintah China mengeluarkan kebijakan untuk memblokir layanan Twitter tahun lalu.


Dikutip detikINETdari AFP, Sabtu (9/10/2010), salah satu tiruan Twitter yang cukup menyedot perhatian para warga negeri Tirai Bambu tersebut adalah Weibo. Sebanyak 420 juta pengguna aktif Weibo menganggap situs tiruan itu jauh lebih baik daripada Twitter. Salah satu alasannya adalah platform tiruan itu bisa menyediakan layanan huruf China (Pin Yin) yang memudahkan mereka berinteraksi.
“Peran Weibo sangat besar,” kata Wang Kai, seorang mahasiswa di China. “Situs ini menyediakan platform sendiri untuk mengirimkan mikroblogging yang benar-benar bermakna dan saya berharap ini dapat digunakan untuk membantu orang memecahkan masalah,” imbuhnya.
Sebuah pusat data internet China (DCCI) mengungkapkan hampir seluruh operator di China kini bekerjasama dengan Weibo. Mereka juga memperkirakan pengguna aktif kelak makin bertambah seiring dengan populasi pengguna internet di China yang terus meningkat.
Sebagain informasi, 90 persen pengguna layanan Weibo di China berusia di bawah 40 tahun. Beberapa topik yang biasa dibahasa seputar hiburan, gaya hidup, masalah pekerjaan maupun produk sebuah perusahaan.
Bagaimana pendapat teman2 tentang artikel diatas ?? Komen ya . .

Sumber : detikINET

>Teknologi UEFI Bikin Waktu Booting Cuma Hitungan Detik

•10 Oktober 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

>Siap-siap ucapkan selamat tinggal pada BIOS dan kini sambutlah sang calon penggantinya, UEFI (Unified Extensible Firmware Interface). Teknologi baru inilah yang digadang-gadang bakal mengurangi waktu booting sebuah komputer secara drastis.

Kabarnya, UEFI akan ditanamkan pada komputer generasi terbaru. Dengan teknologi ini, komputer bisa menyala hanya dalam hitungan detik. Usut punya usut, UEFI rupanya merupakan software yang dikembangkan dari BIOS juga.

Dilansir Telegraph dan dikutipdetikINET, Selasa (05/10/2010), teknologi BIOS yang digunakan untuk boot up komputer sejak 1979 diakui memang lamban. Ini menjadi salah satu alasan mengapa komputer membutuhkan waktu lama saat pertama kali dinyalakan.


Sebaliknya UEFI, dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan komputer modern dan segera menjadi teknologi terkemuka yang hadir di banyak komputer. Dan jangan lupa, UEFI memungkinkan komputer hidup dan mati hanya beberapa detik saja.”Saat ini, memakan waktu 25 hingga 30 detik untuk booting sebelum melihat bit pertama dari sign on OS. Dengan UEFI, bisa lebih cepat,” kata Kepala forum UEFI Mark Doran. Namun sayangnya Doran tak menyebutkan seberapa cepat waktu yang diperlukan.
“Ini memang bukan instant-on, namun sudah jauh lebih baik ketimbang yang bisa ditangani teknologi konvensional BIOS,” tambahnya.

Dikatakan olehnya, UEFI merupakan sistem yang lebih bisa beradaptasi, dapat mengatasi keyboard dan peripheral terkoneksi ke port yang berbeda, serta dapat digunakan untuk mendukung layar sentuh dan interface gesture generasi terbaru.

Para ahli memprediksi, UEFI akan mulai meramaikan pasar komputer tahun depan. Ya, tak heran jika para ahli memperkirakan UEFI akan sangat diminati. Pasalnya, banyak vendor komputer yang bekerja keras memangkas waktu booting pada komputer mereka. Salah satunya Google, OS Chrome yang segera meluncur dikabarkan akan membuat komputer bisa menyala dalam waktu singkat.

Sumber : detikINET

>Cara Membasmi Virus Seaji.exe

•10 Oktober 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

>Pagi teman2, hari ini saya akan memposting “Cara Membasmi Virus Seaji.exe”. Yap, langsung saja deh ke intinya.

Virus Seaji.exe menyerang user profile, dan menyebarkan virusnya melalui flashdisk, berikut ciri-ciri kalau komputer terinfeksi virus seaji.exe :
1. Ketika teman2 menghubungkan FD ke komputer yang terinfeksi, semua file yang ada di FD akan menjadi shortcut [kecuali file compress, ex: .rar, .zip], sedangkan file aslinya akan terhidden.
2. Akan ada proses program “seaji.exe dan seajix.exe” ketika melihat di task manager.
3. File induk seaji.exe terdapat pada “C:\Documents and Settings\useryangaktif\” [useryangaktif tergantung user yang sedang dijalankan]
4. Virus ini selalu autorun, percuma ketika anda menonaktifkannya dari program seperti CCleaner, TuneUp ataupun dari MSconfig. Virus tersebut akan terus autorun.

Lalu bagaimana cara membasminya ?? Ternyata virus ini sangat mudah dibasmi,
Sebelumnya saya sudah menscan-nya menggunakan ESET NOD32, tapi hasilnya nihil, namun ketika saya googling virus ini dapat terdeteksi oleh antivirus dari SYMANTEC dan PC TOOL.

Dan solusinya adalah jeng jeng jeng , hehe . Bcanda, solusinya adalah menggunakan antivirus lokal kita “Smadav dan PCMAV”. Smadav yang saya gunakan adalah versi 8.3, sedangkan PCMAV , versi 4.1. Di smadav virus tersebut terdeteksi sebagai virus shortcut, worm. Dan secara otomatis file teman2 yang terhidden akan kembali lagi seperti semula.

Jadi Cara Membasmi Virus Seaji.exe adalah dengan menggunakan antivirus lokal bukan antivirus luar.hehe
jika teman2 belum punya smadav ataupun pcmav, teman2 dapat mendownloadnya dibawah ini
[smadav]
http://www.smadav.net
[pcmav]
http://www.pcmav.biz
jika ada kesalahan atau komentar, harap diberitahukan ya. Go Blogging . .